Postingan

Az Zarnuji tentang Pendidikan (1)

Nama lengkap beliau adalah Nu’man bin Ibrahim bin Khalil al-Zarnuji, Taj al-Din, hidup sekitar tahun 591 H/1195 M-630 H/1242 M/645H/1253M (terdapat perbedaan masa hidup, lahir dan wafatnya/versi lain nama lengkapnya Burhanuddin Al-Islam Az-Zarnuji hidup pada masa sekitar akhir abad 12 sampai awal abad 13 masehi). Az-Zarnuji hidup di akhir periode Daulah Abbasiyah, (Khalifah Abbasiyah terakhir (al-Mu’tashim) wafat pada tahun 1258 M), dan jatuhnya Daulat Abasiyyah akibat serangan bangsa Mongol. Selama hidupnya, beliau mempelajari banyak bidang keilmuan melalui para ulama’ masa itu. Beberapa ilmu yang dipelajari seperti fikih, tasawuf, sastra, dan juga ilmu kalam (teologi). Dari beberapa guru yang berbeda fokus keilmuannya, menunjukan bahwa Syekh az-Zarnuji bukan hanya ahli pendidikan, tapi juga seorang ahli fikih, sastra, dan lainnya. Az-Zarnuji hidup di era keemasan islam akhir, di mana di era ini banyak bermunculan dan berkembang lembaga-lembaga pendidikan islam sepert...

Pendidikan menurut Al Ghazali

Nama lengkapnya adalah  Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i, lahir di kota Thus Prsia pada tahun ; 1058M/450H  dan meninggal  tahun 1111M/505H;  pada usia 52–53 tahun). Dia adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan. Seorang Ulama, Filsuf sekaligus seorang Sufi yg menjadi tonggak kebangkitan ilmu ilmu Islam ketika mengalami keredupan. Beliau mulai menuntut ilmu sejak masa kecilnya yaitu Ilmu Fiqih kepada Al-Imam Ahmad Bin Muhammad Ar-Rodhakoni di kota Baghdad, lalu Al-ghazali melanjutkan studinya ke negara Jurjan, beliau belajar kepada Al-Imam Abi Nashr Al-isma’ili, Kemudian Al-Ghazali melanjutkan studinya ke Kota Naysabur untuk menimba ilmu kepada Al-Imam Al-Haromain Mufti Kota Mekkah dan Madinah. Dia  disekolahkan di Madrasah Nidzomiyah di Baghdad, Iraq. Setelah Al-Ghazali mengusai segala bidang ilmu, baik dalam Ilmu Fiqih, ilmu Jidal (debat ilmiah...

Ontologi Pendidikan

Gambar
Dinamika interaksi manusia, lingkungan, sejarah, budaya serta wahyu melahirkan berbagai pandangan tentang manusia dalam konteks kehidupan serta apa yang perlu dilakukan oleh pendidikan bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat. Manusia seperti apakah yg perlu dibangun, dibentuk oleh pendidikan?.  Secara individual, manusia memiliki kekhasan masing2, tak kan ada yg sama, kondisi ini menjadikan setiap manusia harus mengoptimalkan dirinya dlm kapasitas alamiah yg telah dimilikinya secara kodrati, disini menjadi diri sendiri yg khas tiap orang sebagai bentuk perwujudan diri. Ini tentu perlu melihat esensi manusia dalam eksistensi kehidupannya. Secara ontologis, terdapat dua pandangan utama dalam hal ini yaitu:  1) pandangan monisme, dan 2) pandangan dualisme. Monisme memandang manusia sebagai substansi tunggal, disini ada yg memandang wujud fisiknya (material) dan ada yg memandang wujud jiwanya (mental) sedangkan pandangan dualistik memandang bahwa manusia gabungan dua wujud yakni...