Postingan

Filsafat Pendidikan (1)

Filsafat Pendidikan merupakan penerapan disiplin Filsafat dalam bidang.  Dari segi bahasa Filsafat berasal dari kata "Philo" yg artinya Love (cinta), dan "sophia" yg srtinya kebijaksanaan (wisedom). Jd FILSAFAT dapat dimaknai sebagai "Cinta pada kebijaksanaan", Filosof (orang yg berfilsafat) adalah orang yng selalu berusaha untuk mencari serta berusaha mencapai kebijaksanaan, dan itu berarti tidak akan merasa puas dan percaya begitu saja akan apa yg dilihat, didengar, dan dirasa dalam kehidupan, namun akan terus berfikir dg menggali sampai mendalam (ke akar akarnya) agar ditemukan suatu hakekat kebenaran sebagai dasar kebijaksanaan. Oleh karena itu secara istilah, Filsafat dapat dimaknai sebagai berfikir radikal (mendalam sampai akar) dg cara rasional, sistemik, sistimatis, objektif agar dapat diperoleh pengetahuan universal yg berlaku dimanapun dan pada siapapun juga.
Bila dilihat dari aktivitasnya filsafat merupakan suatu cara berfikir yang mempunyai ka…

Krisis Pendidikan (2)

Pendidikan dlm efeknya yg sosial merupakan bangun bersama individu2 yg menjalani pendidikannya, namun kumpulan induvidu tak dapat serta merta jadi bangun sosial efek pendidikan, oleh karena itu pencermatan keduanya (individu dan sosial) perlu keseimbangan dalam suatu pertemuan nilai yg sejalan dlm substansinya bukan sekedar permukaan (bukan dise-suai2-kan). Perwujudan diri individu yg selalu bermuatan nilai dlm menyempurnakan potensi konstruktifnya, akan membentuk perwujudan sosial masyarakatnya jika terdapat kohesivitas sistem yg merangkumnya, disini prilaku dan kebijakan sosial masyarakat harus menjadi bagian utama dalam membangun kebaikan masyarakat. Para pemikir pendidikan, filosof moral umumnya melihat potensi manusia secara normatif positif, sementara lawannya dipandang sebagai ketiadaan perwujudan potensi. Kondisi ini tentu membingungkan manakala terdapat kejahatan, ketidak baikan yg terjadi, apakah itu potensi manusia atau ketiadaan potensi yg terwujud. Hal ini tentu akan teru…

Krisis Pendidikan (1)

Krisis Pendidikan (1)Dalam proses lmplementasi dan individuasi suatu sistem pemikiran pendidikan, selalu terjadi dialog sosial antara yg ideal seharusnya, dg kondisi yg ada dari peserta didik (dlm suatu masyarakat). Sejarah selalu menunjukan terjadinya gap yg jauh, namun selalu juga ada upaya jalan tengah yakni sesuatu "yang mungkin", yg menjembatani antara yg ideal dg yg faktual, sehingga yg norma ideal mendapat penghampiran empiris dan yg faktual mendapat penghampiran ideal, yg bisa sebagai sintesa. Pada masa Mesir kuno pendidikan dimaksudkan tuk membangun manusia  susila makhluk yang berbakti pada dewa-dewa, sehingga penyelenggaranya adalah para agamawan (pendeta). Dalam masyarakat India purba dengan agama Hindunya juga telah melaksanakan pendidikan dimana tujuan pendidikannya adalah menanamkan pd manusia kesabaran, penyerahan diri, dan kepatuhan; dalam masyarakat china klasik, pendidikannya diselenggarakan oleh negara dengan tujuan mendidik manusia menjadi kepala keluarg…

Ibnu Khaldun tentang Pendidikan

Ibnu Khaldun tentang PendidikanIBNU KHALDUN,  Hidup sekitar 200 tahun pasca Al Ghazali dan sekitar 100 tahun sesudah Az Zarnuji. Nama lengkapnya: Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami, lahir di Tunisia pada 27 Mei 1332 – meninggal 19 Maret 1406 dalam  usia 73 tahun. Dia adalah seorang sejarawan dan sosiolog muslim, yg sudah hafal Quran ketika usia 12 tahun, Dia hidup dalam kondisi politik yg labil pasca kejatuhan dinasti abasiyah sehingga sering berpindah pindah tempat untuk memperoleh kerentraman yg diperlukan dlm menuangkan fikiran fikirannya. Karyanya yang terkenal sampai sekarang adalah Kitab Muqaddimah (Pendahuluan) yg mengantarkan buku utamanya "Al Ibar wa Diwan al Mubtada wa al Khobar, fi Ayyam al Arabi wa al Ajami wa al Barbar, wa Man Asrahum min Dzawi Al Sulrhon al Akbar". Dalam Muqaddimah, Ibnu Khaldun membagi dalam enam bab dimana bab terakhirnya membahas tentang Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan. Dengan Tulisannya yg mendalam dan luas dlm …

Az Zarnuji tentang Pendidikan (2)

Disamping memposisikan ilmu agama yg baik yang fardu ain maupun yg fardu kifayah. Zarnuji juga berbicara ilmu2 yg tak terkait langsung dg ilmu agama dg beberapa contoh: seperti haramnya mempelajari astrologi (ilmu nujum), karena itu tak akan merubah takdir Tuhan, Dia mengatakan bahwa mempelajari ilmu nujum (astrologi, ilmu meramal nasib) itu hukumnya haram, karena ia diibaratkan penyakit yang sangat membahayakan. Dan mempelajari ilmu nujum itu hanyalah sia-sia belaka, karena ia tidak bisa menyelamatkan seseorang dari taqdir Tuhan. Sementara itu mempelajari ilmu falak (astronomi) itu dibolehkan mempelajarinya, karena penting untuk mengetahui arah kiblat, dan waktu-waktu shalat, selain itu boleh pula mempelajari ilmu kedokteran, karena ia merupakan usaha penyembuhan yang tidak ada hubungannya dengan sihir, jimat, tenung dan lain-lainnya.Karena Nabi juga pernah berobat, bahkan Imam Syafi’I rahimahullah berkata, “ilmu itu ada dua, yaitu ilmu piqih untuk mengetahui hukum agama, dan ilmu ke…

Az Zarnuji tentang Pendidikan (1)

Nama lengkap beliau adalah Nu’man bin Ibrahim bin Khalil al-Zarnuji, Taj al-Din, hidup sekitar tahun 591 H/1195 M-630 H/1242 M/645H/1253M (terdapat perbedaan masa hidup, lahir dan wafatnya/versi lain nama lengkapnya Burhanuddin Al-Islam Az-Zarnuji hidup pada masa sekitar akhir abad 12 sampai awal abad 13 masehi). Az-Zarnuji hidup di akhir periode Daulah Abbasiyah, (Khalifah Abbasiyah terakhir (al-Mu’tashim) wafat pada tahun 1258 M), dan jatuhnya Daulat Abasiyyah akibat serangan bangsa Mongol. Selama hidupnya, beliau mempelajari banyak bidang keilmuan melalui para ulama’ masa itu. Beberapa ilmu yang dipelajari seperti fikih, tasawuf, sastra, dan juga ilmu kalam (teologi). Dari beberapa guru yang berbeda fokus keilmuannya, menunjukan bahwa Syekh az-Zarnuji bukan hanya ahli pendidikan, tapi juga seorang ahli fikih, sastra, dan lainnya. Az-Zarnuji hidup di era keemasan islam akhir, di mana di era ini banyak bermunculan dan berkembang lembaga-lembaga pendidikan islam seperti Madrasah Nizha…

Pendidikan menurut Al Ghazali

Nama lengkapnya adalah  Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i, lahir di kota Thus Prsia pada tahun ; 1058M/450H  dan meninggal  tahun 1111M/505H;  pada usia 52–53 tahun). Dia adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan. Seorang Ulama, Filsuf sekaligus seorang Sufi yg menjadi tonggak kebangkitan ilmu ilmu Islam ketika mengalami keredupan. Beliau mulai menuntut ilmu sejak masa kecilnya yaitu Ilmu Fiqih kepada Al-Imam Ahmad Bin Muhammad Ar-Rodhakoni di kota Baghdad, lalu Al-ghazali melanjutkan studinya ke negara Jurjan, beliau belajar kepada Al-Imam Abi Nashr Al-isma’ili, Kemudian Al-Ghazali melanjutkan studinya ke Kota Naysabur untuk menimba ilmu kepada Al-Imam Al-Haromain Mufti Kota Mekkah dan Madinah. Dia  disekolahkan di Madrasah Nidzomiyah di Baghdad, Iraq. Setelah Al-Ghazali mengusai segala bidang ilmu, baik dalam Ilmu Fiqih, ilmu Jidal (debat ilmiah), Ilmu Ushul dan Filsafat. Dalam perkemb…